Home Sejarah Sebelum Berkunjung ke Monumen Nasional (Monas), Baiknya Kamu Ketahui 8 Hal ini!

Sebelum Berkunjung ke Monumen Nasional (Monas), Baiknya Kamu Ketahui 8 Hal ini!

SHARE
Monumen Nasional
via detikTravel

Raparapa – Tunggulah aku, di Jakartamu. Tempat labuhan semua mimpiku. ­— Sheila on 7. tugu monumen nasional

Apa sih yang ada di pikiran kamu kalau mendengar kata ‘Jakarta’? Macet? Polusi? Sumpek? Kok jelek-jelek semua, sih.. 🙁

Jakarta, yang dikenal sebagai kota megapolitan, juga identik dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit dan pusat perbelanjaan yang tersebar di setiap pelosok kota. Tetapi, tahukah kamu bahwa Jakarta terkenal dengan landmark-nya yaitu Monumen Nasional atau yang kita kenal dengan Monas?

Bagi yang warga Jakarta dan sekitarnya, pastilah kamu sudah pernah berkunjung ke Monas. Ayo ngaku! Kapan terakhir kali mengunjungi monumen ini? Yakin, deh pasti sebagian dari kamu sudah lama sekali tidak mengunjunginya. Atau jangan-jangan waktu study tour SD? tugu monumen nasional

Akhir pekan ini, luangkan waktu yuk untuk berkunjung ke Monas. Namun, sebelum datang ke Monas, kamu harus tahu 8 hal ini untuk menambah wawasan dan membuat kunjunganmu menjadi lebih berarti! tugu monumen nasional

1. Monas adalah simbol dari perjuangan bangsa Indonesia

monumen nasional
via lahiya.com

Sejarah singkat Monas. Pada tahun 1950 setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali dari Yogyakarta ke Jakarta, Presiden Soekarno berencana untuk membangun sebuah monumen yang setara dengan Menara Eiffel di Paris. tugu monumen nasional

Monumen tersebut rencananya akan dibangun di tengah-tengah lapangan Ikeda (sekarang menjadi lapangan Merdeka). Akhirnya Kota Jakarta yang dipilih sebagai tempat paling sesuai karena Jakarta merupakan Ibukota negara dan pusat pemerintahan Republik Indonesia, serta kota tempat dideklarasikan proklamasi kemerdekaan Indonesia. tugu monumen nasional

Tujuan dari pembangunan Monas adalah untuk mengenang semangat juang bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah serta membangkitkan rasa patriotisme generasi sekarang dan generasi yang akan datang. tugu monumen nasional

Ide ini muncul pertama kali pada saat Republik Indonesia berusia 9 tahun pada tanggal 17 Agustus 1954 dan gagasan ini akhirnya baru terwujud pada tahun 1961 dengan diawali secara resmi pembangunan Monumen Nasional dengan pemancangan tiang pertama oleh Presiden Soekarno.

tugu monumen nasional

2. Monas mengandung lambang-lambang dan perumpamaan Indonesia

Monas itu bentuknya apa, sih?

monumen nasional
via titiknol.co.id

Bentuk Monas itu adalah tugu yang setinggi 132 meter dan pelataran cawan yang luas mendatar. Tugu tersebut melambangkan lingga, alu atau antan (alat untuk menumbuk padi), sedangkan pelataran cawan melambangkan yoni dan juga melambangkan lumpang dalam bentuk raksasa. tugu monumen nasional

Alu dan lumpang ini menjadi gambar kondisi alam Indonesia yang subur sekali sehingga menghasilkan padi yang melimpah ruah, yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. tugu monumen nasional

Lingga dan Yoni sendiri merupakan konsep pasangan universal yang abadi, yaitu lingga yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif dan juga melambangkan siang hari. tugu monumen nasional

Sementara Yoni lambang perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif, serta melambangkan malam hari. Lingga dan Yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi, yang juga cita-cita bangsa Indonesia yang selalu berusaha untuk mencapai kesejahteraan dan tingkatan taraf hidup masyarakat secara bersama-sama dan bergotong royong. tugu monumen nasional

Di atas puncak tugu, terdapat Api Kemerdekaan ‘yang tak kunjung padam’ yang melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan memiliki makna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat berjuang yang menyala-nyala dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa. tugu monumen nasional

Desain dan perencanaan Monas dibuat oleh arsitek Indonesia, R.M Soedarsono yang memasukkan angka 17, 8 dan 45 yang melambangkan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, diabadikan pada Monumen Nasional ini. Yaitu pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 x 45 meter, tinggi pelataran cawan itu adalah 17 meter dan tinggi Ruang Museum Sejarah 8 meter. tugu monumen nasional

3. Di Monas, kamu juga bisa belajar tentang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Masih ingatkah kamu pada pelajaran sejarah semasa sekolah dulu? Bolehlah kamu hafal sejarah Perang Dunia, namun jangan sekali-kali melupakan sejarah bangsa sendiri. tugu monumen nasional

Karena dengan mempelajari sejarah, secara tak langsung kamu ikut menghargai perjuangan bangsa Indonesia dari mengusir penjajah, memperoleh kemerdekaan dan perjuangan hingga seperti saat ini. tugu monumen nasional

Tapi udah terlanjur lupa nih, min. gimana dong? Hehe

Raparapa punya solusinya! Di Monas, kamu bisa sekalian mempelajari lagi mengenai sejarah perjuangan bangsa kita. Bagi yang ingatannya lupa-lupa-ingat, kamu akan diingatkan kembali dengan relief sejarah Indonesia yang terletak di di halaman luar yang mengelilingi monumen. tugu monumen nasional

Relief ini bermula dari sudut timur laut yang menggambarkan kejayaan Nusantara pada masa lampau, lalu menampilkan sejarah Singasari dan Majapahit. Siapa pria yang menjadi ikon di jaman Majapahit? Kamu pasti langsung mengenalinya. tugu monumen nasional

Monumen Nasional
via wikipedia

Nah, relief ini berlanjut bila kita berjalan searah jarum jam. Kita akan diingatkan lagi dengan peristiwa sejarah yang terjadi secara urut, mulai dari masa penjajahan Belanda, perlawanan Bangsa Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional.

Kemudian berlanjut dengan terbentuknya organisasi pemuda pelajar Indonesia pada awal abad ke-20, yaitu Sumpah Pemda, yang akan menjadi cikal bakal pemikiran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. luas monumen nasional

Kemudian relief berlanjut pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, proklamasi kemerdekaan Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. jam buka monas

Masih lupa-lupa-ingat? Wah, kalau begini nih, kamu perlu diajak untuk mengunjungi museum sejarah yang terletak di bagian dasar monas. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah lihat-lihat relief dan patung, silakan turun satu lantai ke bawah. Di sana kamu akan melihat sebuah ruangan luas (dan dingin) yang terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di bagian tengah. alamat monas

Pada diorama ini, akan menampilkan sejarah bangsa Indonesia sejah jaman prasejarah hingga masa orde baru, kamu hanya tinggal mengikuti saja searah jarum jam untuk menelusuri perjalanan sejarah bangsa ini, yang berawal dari masa prasejarah, masa kerajaan kuno, masa penjajahan bangsa Eropa yang disusul dengan perlawanan para pahlawan nasional sebelum kemerdekaan, masa pemerintahan Hindia Belanda, masa pergerakan nasional, kependudukan Jepang, masa perjuangan kemerdekaan, masa revolusi hingga masa Orde Baru pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. tugu monumen nasional

4. Di Ruang Kemerdekaan, kamu bisa mendengarkan suara Presiden Soekarno saat membacakan teks proklamasi dan melihat teks aslinya, lho!

Dari ruangan Museum Sejarah, kamu bisa naik dan masuk ke bagian dalam cawan monumen. Di sini ada Ruang Kemerdekaan yang menjadi ruang tenang untuk mengheningkan cipta mengenang hakikat kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia. tugu monumen nasional

monumen nasional
via beritajakarta.com

Ruangan berbentuk amphiteater ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya yaitu teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang disimpan di kotak kaca, tepat di dalam sebuah gerbang berlapis emas, kemudian ada lambang negara yaitu pancasila, peta kepulauan Indonesia yang berlapis emas, dan bendera merah putih (tetapi tidak dipamerkan karena kondisi bendera yang sudah tua dan rapuh). berat emas monas

Masih ingat pintu berlapis emas yang menyimpan teks proklamasi? Pintu ini dikenal dengan nama ‘Gerbang Kemerdekaan’ yang setiap jam tertentu akan terbuka sambil memperdengarkan lagu ‘Padamu Negeri’ dan disusul oleh suara rekaman suara Presiden Soekarno saat membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Kamu juga dapat melihat teks asli proklamasi di dalam sebuah kotak kaca di dalam Gerbang Kemerdekaan. tugu monumen nasional

5. Melihat kota Jakarta dari ketinggian 115 meter

Untuk dapat mencapai pelataran puncak Monas, kamu harus mengantri untuk menaiki sebuah elevator yang hanya berkapasitas 11 orang sekali angkut. Di pelataran puncak ini hanya berkapasitas 50 orang, jadi apabila kamu sudah cukup lama berada di atas, bergantian ya? 😉

Monumen Nasional
via pantauanharga.com

Nah, dari pelataran puncak tugu Monumen Nasional ini, kamu dapat melihat kota Jakarta dari ketinggian. Dan apabila cuaca cerah, di arah ke selatan terlihat dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan di sebelah utara, kamu dapat melihat laut lepas dengan pulau-pulau kecil. Di sini, kamu juga dapat menyewa teropong untuk melihat pemandangan dengan lebih jelas. sejarah singkat monas

6. Berat emas Monas yaitu 50 kilogram, terdapat di puncak tugu Monas

Monumen Nasional
via informasiunik.com

Di puncak tugu Monas, terdapat lidah api atau obor yang bernama ‘Api Kemerdekaan’ yang tingginya 14 meter dan berdiameter 6 meter. Ia terbuat dari perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas sebanyak 35 kilogram. sejarah singkat monas

Kemudian pada perayaan setengah abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, emas Monas dilapisi ulang hingga mencapai berat 50 kilogram. Berat sekali, ya?

7. Tidak hanya wisata edukasi, kamu juga dapat berolahraga di Monas!

Monumen Nasional
via beritajakarta.com

Tepatnya berolahraga di Silang Monas. Inilah Lapangan Merdeka yang terdapat arena olahraga berupa 6 lapangan olahraga outdoor. Keenam lapangan itu terdiri atas 4 lapangan futsal, 1 lapangan voli dan 1 lapangan basket pada plaza timur yang bersebelahan dengan Stasiun Gambir. tugu monumen nasional

Namun sebelum menggunakan lapangan olahraga tersebut, kamu diharuskan untuk mengisi formulir yang disediakan oleh pihak pengelola kawasan Monas.

Di sisi lainnya juga terdapat jogging track, jadi kamu bisa mengisi waktu luang pada saat sore maupun pagi hari untuk berolahraga di Monas. Menyenangkan, bukan? tugu monumen nasional

8. Terdapat pusat kuliner atau food court di dekat parkiran Monas

Lenggang jakarta Monas
via kompas.com

Kamu masih ingat dengan kasus es teh yang diduga berasal dari toilet Stasiun Gambir? Atau cerita tentang pasangan suami istri yang ‘digetok harga’ makan pecel lele sebesar 120 ribu Rupiah? tugu monumen nasional

Jangan khawatir! Sekarang sudah tidak ada lagi pedagang asongan yang ‘nakal’ atau penjual makanan yang harganya tidak masuk akal berjualan di sekitar Monas.

Sekarang semua sudah ditertibkan dan dibuatlah pusat kuliner yang terletak di dekat parkiran Irti Monas. Tempat makan ini dijamin bersih dan higienis, karena setiap kios sudah diuji kebersihan dan kelayakan makanannya. tugu monumen nasional

Beragam masakan juga bisa kamu coba di sana, mulai dari masakan Jawa, Padang, dan lainnya. Tetapi jangan lupa untuk mengisi kartu Jakcard ya! Karena setiap transaksi di pusat kuliner ini menggunakan uang elektronik berupa Jakcard, bukan dengan uang tunai. tugu monumen nasional

Jika kamu belum memiliki kartu Jakcard, kamu dapat membelinya langsung di sana. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal karena mereka memajang harganya di depan kios masing-masing. Kini, kamu tak perlu was-was lagi deh! tugu monumen nasional

Selepas makan, kamu juga dapat melihat-lihat souvenir yang dijual di kios-kios dekat dengan pusat kuliner ini. Souvenir yang ditawarkan berupa kaos, pajangan, topi, dan lainnya. Jangan lupa bawakan oleh-oleh untuk orangtuamu, ya?

 

Mari sebarkan informasi menarik seputar Monumen Nasional dengan klik timbol SHARE di bawah ini! 🙂

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.