Home Seni dan Budaya Motif Batik Jogja, Makna dari Kebijakan

Motif Batik Jogja, Makna dari Kebijakan

SHARE
motif batik Jogja
via hipwee.com

Jogja tak henti-hentinya dalam mengangkat kebudayaannya, salah satunya kebudayaan batik Jogja sendiri. Kain bermotif menarik yang diklaim serbaguna ini masih senantiasa digandrungi masyarakat Jogja. Bahkan yang dari luar Jogja juga ikut mengagumi sekaligus memakai model baju batik dengan motik khas Jogja.

Jadi nggak heran kalau Jogja Fashion Week yang setiap tahun digelar di Jogja, tahun 2016 ini mengangkat tema nuansa motif batik Jogja dengan tema The Heritage.

Maklum, batik Jogja kan memiliki banyak motif dan makna yang sampai sekarang masih dihormati. Itu karena beberapa motif di antaranya memiliki arti kebijaksanaan.

Seperti apa maksudnya? Mari kita simak moti-motif batik Jogja di bawah ini.

Motif Ceplok Grompol

motif batik jogja
via batikcity.com

Motif batik ini sangat identik dengan pola simetris yang membentuk motif bunga, binatang, atau benda-benda kecil. Dalam pengertian Jawa, Grompol sendiri punya arti kekompakan. Harapan orangtua untuk mencapai kebahagiaan.

Tapi bukan berarti motif Ceplok Grompol ini hanya cocok dipakai orangtua saja ya. Anak muda juga cocok kok! Karena motif ini sudah tersedia di berbagai model baju batik modern.

Motif ini juga cocok dikenakan untuk orang yang hendak atau saat sedang melangsungkan acara pernikahan loh. Harapnnya agar pacara pernikahan dan kehidupan bisa berjalan lancar secara kompak.

Oh iya, jangan lupa baca juga ya Mode baju Batik Mana yang Bikin Kamu Tampil Kece?

Motif Kawung

motif batik jogja
via batik-tulis.com

Biasa dianggap sebagai motif kolang-kaling karena bentuknya serupa dengan kolang-kaling.

Motif kawung menjadi salah satu motif batik tertua yang dulu hanya dipakai oleh raja di keraton Jogja. Namun sekarang, motif kawung sudah disulap menjadi model baju batik modern dan penuh energi. Bisa dipakai oleh kalangan mana saja. Terbukti kalau motif batik Jogja satu ini sering dijadikan ajang di dunia fashion internasional.

Oh iya, baca juga ya Inilah Gambar Batik yang Kaya Motif dan Makna

Motif batik kawung ini membantuk 4 lingkaran. 4 lingkaran itu artinya 4 mata angin. Timur, utara, barat, dan selatan. Nah, di bagian tengah angin ini terdapat sebuah poros atau lingkaran kecil yang diartikan sebagai pusat.

Pusat itulah yang dianggap sebagai raja. Jadi raja dikelilingi rakyatnya dari segala arah mata angin. Sangat dalam sekali maknanya!

Motif Parang

motif batik jogja
via kesolo.com

Parang bermakna pedang, dan ini adalah bahasa Jawa. Motif batik parang ini dianggap motif paling kuat dibanding motif batik khas Jojga lainnya. Atau dengan kata lain sebagai motif yang tegas. Ketegasan yang dimaksud dinilai dari pola-pola garis yang membentuk indah.

Artistik sekali motif batik prang ini.

Motif ini dulu juga hanya dipakai oleh raja-raja keraton di Jogja. Karena penciptanya sendiri orang keraton. Tapi layaknya motif batik kawung, motif parang pun sudah dipakai oleh semua kalangan.

Jessica Alba juga suka sama motif parang loh. Terbukti saat dia mengenakannya. Coba deh kamu baca Inilah pengertian batik yang harus diketahui oleh anak muda

Kamu bisa melihat dari garis-garis yang membentuk lengkungan pada motif batik parang ini kan? Itu maksudnya ombak lautan yang menjadi pusat alam. Ombak tersebut ditujukan kepada raja keraton Jogja. Itulah makna dari motif batik khas Jogja ini.

Motif Lereng

motif batik Jogja
via hipwee.com

Dulu, keluarga dari kalangan raja-raja di Jogja juga sering menggunakan motif lereng. Motif batik ini memiliki pola garis diagonal yang divariasikan dengan pola-pola kecil.

Motif batik ini bermakna makmur, tegas, dan berani untuk mewujudkan kepentingan rakyat.

Barangkali kalau kamu ke mengenakan model baju batik Jogja dengan motif lereng, kamu jadi punya kepribadian tegas dan berani layaknya arti dari motif batik lereng.

Kenapa nggak dicoba?

Motif Nitik

motif batik jogja
via artscraftindonesia.com

Hingga sekarang, lingkungan keraton di Jogja juga terkenal mengenakan baju batik motif nitik karena dinilai punya pola indah.

Kamu kalau ke Jogja bisa melihat proses cara menggambar batik motif nitik ini di Desa Wonokromo. Desa ini dekat dengan daerah Kotagede.

Di situ kamu akan disajikan beragam motif nitik yang berbeda-beda dan pastinya memiliki filosofi masing-masing.

Salah satu di antaranya seperti Nitik Cakar Ayam. Diberi nama Cakar Ayam karena motifnya membentuk cakar ayam.

Model baju batik dalam motif Cakar Ayam biasa digunakan dalam acara pernikahan. Dimaksudkan agar pasangan yang menikah bisa mengais rejeki yang halal.

Motif Truntum

motif batik jogja
via batik-tulis.com

Motif batik Jogja yang ini memiliki arti cinta tulus tanpa tuntutan apapun. Sehingga pasangan yang memakai motif truntum bisa merasakan kehidupan bahagia jika dilalui cinta tanpa tuntutan.

Motif ini diciptakan oleh Permaisuri Sunan Paku Buwan III, yaitu Kanjeng Ratu Kencana. Bisa dipastikan kehidupan beliau dipenuhi kabahagiaan akibat cinta. Sampai-sampai bisa menciptakan motif batik truntum yang indah dengan filosofi yang bijak.

Motif Semen

motif batik jogja
via jogjasiana.net

Tak jauh dari kemakmuran dan kehidupan yang kehidupan yang tentram, itulah makna dari motif batik Semen.

Motif batik semen ini juga terbagi ke tiga jenis ornamen. Ada ornamen yang flaura dan fauna, ada yang udara, ada juga yang lautan.

Motif semen sering dikaitkan dengan cerita wayang Ramayana yang lekat dengan wejangan-wejangan Jawa. Wejangan-wejangan inilah yang selalu diterpkan oleh raja-raja keraton Jogja.

Motif Garuda

motif batik jogja
via pinterest

Seperti namanya, Motif batik garuda berasal dari burung garuda. Dalam pola motifnya digambarkan burung yang sedang mengepakkan sayap dan terlihat ekornya.

Orang asli Jogja sendiri menganggap burung garuda adalah burung yang suci. Mengingat cerita wayang saat Batara Wsinu pernah mengendarai burung garuda saat ia pergi ke nirwana. Namun ada juga versi lain yang menyatakan bahwa burung garuda dikendarai oleh Sang Hyang Wisnu.

Tapi semua itulah yang menjadikan burung garuda sebagai burung suci bagi warga Jogja asli. Akhirnya motif garuda menjadi salah satu motif batik khas Jogja yang terbilang populer di berbagai kalangan.

 

Begitulah motif batik Jogja. Semuanya dikenal memiliki unsur artistik dan filosofis. Motif-motif tersebut masih bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dengan motif yang halus, variasi polanya juga banyak, membuat siapapun akan dibuat bahagia ketika mengenakan baju batik motif Jogja. Barangkali kamulah salah satunya.

Jangan lupa SHARE ya! 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.