Beranda Hubungan Definisi dan Pencegahan Pacaran Jaman Sekarang di Kalangan Remaja

Definisi dan Pencegahan Pacaran Jaman Sekarang di Kalangan Remaja

BERBAGI
pacaran jaman sekarang
via pixabay.com

Jaman sekarang para remaja punya definisi pacaran yang beragam. Dan kali ini Raparapa berhasil memantau lalu menyimpulkan definisi gaya pacaran jaman sekarang di kalangan remaja Indonesia.

Jadi pacaran jaman sekarang di kalangan remaja adalah proses pengenalan dua insan manusia muda yang menjalaninya dengan cara mau ngapain aja senang, bawaannya pengin nggombal, susah tidur, pengin berdua terus, sering pergi ke tempat menarik buat pacaran, sering foto bareng lalu cepat-cepat di-post di media sosial, dan lain sebagainya.

Nah, kalau kegiatannya cuman begitu, manfaatnya apa?

Oh iya, baca juga yuk mengenai 8 Gaya Pacaran Anak Zaman Sekarang,

Oke kembali lagi ke topik.

Ada yang salah dalam tradisi gaya pacaran jaman sekarang atau pacaran masa kini, yaitu para remaja menjalani pacaran berlebihan. Sebetulnya sih melihat perubahan dari jaman ke jaman membuat pacaran semakin terkondisi baik ya. Tapi karena ulah para remaja, pacaran jaman sekarang mengakibatkan kehidupan terasa ngeri. Harus dilakukan tahap PDKT dulu. Sudah PDKT-nya lama, selama PDKT juga mengorbankan banyak kejujuran, waktu, energi, dan uang yang nggak sedikit (Apalagi uangnya dari orangtua), eh ujung-ujungnya malah gagal jadian.

“Percayalah, hai para remaja, PDKT terlalu lama membuat proses kesempatan akan digeser oleh proses diabaikan.”

Nah loh!

Namun, tahukah kamu kalau pacaran jaman sekarang terbagi menjadi dua jenis? Yaitu pacaran yang menyenangkan dan membosankan.

Jenis pacaran menyenangkan itu yang selalu kompak. Seperti pasangan yang memiliki penampilan rapi dan anggun. Sangat fleksibel ketika pergi ke berbagai acara, baik kencan maupun kondangan. Pemikirannya juga bijaksana dan luwes. Kalau ngobrol cenderung ke hal-hal yang berujung masa depan.

Cara lelaki nyepik wanitanya pun tak tanggung-tanggung. Punya irama dan tempo tersendiri. Seperti,

“Asal kamu tahu, mata kamu itu serupa laut. Sekali dipandang aku langsung tenggelam.”

Sementara pacaran membosankan itu yang susah sekali diajak kompak. Seperti nggak pernah mempedulikan penampilan. Tak bisa menyelaraskan pakaian dengan acara yang didatangi. Yang lelaki sudah mengenakan kemeja beserta jaz, sementara yang perempuan malah mengenakan perpaduan antara hotpants dengan baju transparan yang tali kutangnya terikat ke leher, udah gitu kulitnya hitam metalik pula.

Cabe-cabean Indonesia ya?

Pacaran model begini nih, paling kalau si lelaki mau nyepik perempuannya pol-polan bunyinya gini,

“Kamu tau kenapa aku nggak pernah ajak kamu main kesana-kemari? Soalnya kamu itu nggak pantas buat diajak main, pantasnya diseriusin.”

Hih, paan! Dan nyatanya, para remaja di era pacaran jaman sekarang hanya sanggup menerapkan jenis pacaran membosankan.

Tapi jika memang hubungan pacaran kamu membosankan, padahal si pacar sudah rajin memberi nasihat, kasih motivasi yang kalimatnya diambil dari motivator-motivator digital, dan selalu ada di saat kamu butuh, namun tetap aja hati kamu kosong. Artinya sudah saatnya kamu melakukan beberapa tahap lain, seperti:

Ganti Waktu

ganti waktu di pacaran jaman sekarang
via azharologia.com

Karena nggak semua pacaran di jaman sekarang harus dilakukan di malam minggu. Semua hari itu baik. Bahkan kalau kamu ingin hari yang betul-betul baik, pacaran aja di hari idul fitri. Kan hari baik tuh. Asal pacarannya secara syariah. Kayak ikut mensyukuri kemerdekaan islam. Sungkem juga dengan kedua orangtua pacar. Siapa tau setelah itu orang tua pacar mendadak nyaranin buat cepet-cepet nikah.

Turunkan Intensitas

Turunkan intensitas di pacaran jaman sekarang
via inet.detik.com

Nggak pagi, siang, sore, berdebu, hujan, panas, badai, pokoknya rajin ketemu. Oh itu jelaslah sikap yang membuat hubungan pacaran jadi hambar.

Coba kamu turunkan interaksi berlebihan seperti itu. Atau model seperti ini sudah menjadi kewajiban di gaya pacaran jaman sekarang atau pacaran? Lhaa, susah bener ya!

Ciptakan Aktivitas Baru

Ciptakan inspirasi di pacaran jaman sekarang
via fotoweddingmurah.com

Ini penting sekali di era gaya pacaran jaman sekarang. Jadi jangan sekedar menuai kasih dengan punya panggilan ayah-bunda aja, atau terlalu sering mengekspos pacarannya di media sosial aja: Ya selfie lah, nge-tweet kegiatan pacarannya lah, nge-tweet rencana masa depan lah. Dikira lagi siaran di media sosial apa ya?

Ah, namanya juga gaya pacaran jaman sekarang. Tapi memang kamu harus mencoba ciptakan aktivitas baru yang menyenangkan. Seperti mengajak remaja pacaran lainnya untuk menyumbang dana aksi sosial, melakukan duet menulis novel, duet musik, duet lukis, pokoknya yang menginspirasi untuk para pacaran remaja lainnya.

“Percayalah, dalam setiap diri manusia selalu memiliki bakat hebat yang tersembunyi untuk menciptakan karya yang hebat pula.”

Ada lagi yang disayangkan dalam gaya pacaran jaman sekarang, yaitu banyak remaja Indonesia yang mengalami patah hati akibat sepele. Seperti tak ada acara ngapel saat satnight, cemburu karena si lelaki ngobrol sebentar maupun lama dengan teman wanitanya. Setelah itu ribut, lalu drama, dan ujung-ujungnya dibuat sakit oleh drama. Lalu tanpa disadari, mereka ikut menikmati drama karena tak kunjung mencari solusi agar segera berdamai.

Menikmati drama nggak menyelesaikan masalah, malah membuat kepala berangsur-angsur meledak loh!

Makanya, baca juga 18 Hal yang Kamu Butuhkan Ketika Sedang Patah Hati

Terlihat kan kalau gaya pacaran jaman sekarang di kalangan remaja memang mengandung peristiwa pelik? Banyak remaja yang patah hati akibat cinta.

Padahal fase remaja sebetulnya adalah belajar dan bereksplorasi melalui kreatifitas. Gairah para remaja yang menggebu-gebu seyogianya adalah meraih cita-cita setinggi langit, bukan meraih prediksi menjadi pasangan romantis di pacaran masa kini.

Parahnya lagi, remaja Indonesia sering menafsirkan kalau penyebab kekosongan hati dikarenakan nggak punya pacar. Padahal itu jelaslah salah!

Pacaran jaman sekarang di saat remaja malah mendistraks dalam memikirkan cita-cita. Karena jika ada pacar, otomatis pacar akan masuk ke dalam cita-citanya.

Atau mendistraksi dalam harapan tinggi yang sedang diraih di bidang akademi. Sebab semua sudah nyaman di hubungan dan itu bisa menyebabkan nggak peduli pada masa depan. Artinya, masa remaja bisa berdampak pada kemubadziran doang.

Maka dari itu, kalau kamu remaja jomblo yang hatinya kosong, Raparapa punya tips supaya hati kamu nggak kosong lagi dan nggak menerapkan gaya pacaran jaman sekarang. Antara lain:

Jangan Pernah Menafsirkan Cinta Dulu

via pixabay
via pixabay

Di era gaya pacaran jaman sekarang ini, para remaja Indonesia menafsirkan cinta adalah ini-itu. Padahal sederhananya, cinta ya menikah. Para remaja belum layak untuk memikirkan sejauh itu.

Gaya pacaran di kalangan remaja hanya sekedar interaksi berlebihan karena merasa dirinya puitis dengan variasi bumbu-bumbu emoticon dan stickersticker unyu di Line Messenger.

Cobalah Untuk Melebarkan Sayap

Berkomunitas untuk menjauhi pacaran jaman sekarang
via majalahdia.net

Seperti mengembangkan diri dengan cara ikut komunitas sosial.

Sebab kalau ikut komunitas sosial, kamu jadi punya banyak teman hidup yang peduli, kamu jadi pandai menempatkan diri, jadi pandai untuk saling memahami supaya bisa peka. Itung-itung cari “ilmu perasa” sebelum menerapkan gaya pacaran jaman sekarang.

Tapi ikut komunitasnya jangan hanya numpang sis-eksis atau meramean aja loh ya! Sebab kebanyakan, orang yang numpang eksis doang di sebuah komunitas sosial, tujuan utamanya bukan untuk bersosial, melainkan untuk cari pacar.

Lah, gabung di komunitas kan upaya pencegahan agar nggak pacaran saat remaja, supaya nggak menerapkan gaya pacaran masa kini yang bisa memperlambat usaha yang sedang dicapai.

Serius mengikuti komunitas sosial, pada akhirnya kamu akan berani mencoba hal-hal yang awalnya kamu takuti. Misalnya berani menjadi public speaking, berani mengikuti diskusi dengan orang-orang yang menurutmu hebat, berani mengajar adek-adek yang putus sekolah.

Kalau kamu serius, teman-teman komunitas kamu pastinya akan melihat keseriusanmu kok! Akhirnya hati kamu tetap ramai deh karena banyak dukungan dari teman-teman komunitas.

Pelihara Hewan

Pelihara hewan untuk mengalihkan pacaran jaman sekarang
via pixabay.com

Ya, kamu bisa pelihara hewan apapun. Kucing kek, anjing kek, jangkrik kek, atau ikan cupang kek, whatever lah. Karena dalam ilmu psikologi, memiliki hewan kesayangan dapat membantu seseorang mengurasi stress di kala sendiri, karena berkontribusi sebagai penyalur komunikasi dan aktifitas sosial.

Nah, jelas kan kalau hewan peliharaan bisa mengatasi hati kosong? Kalau kamu menyayangi hewan, hewan akan balik menyayangimu tanpa menuntut apapun selain makan dan minum.

Ketika kamu sedang mengembangan diri di masa remajamu, kamu akan tetap fokus meraih impian. Mau jadi baik, sukses, dan sebagainya tanpa dipengaruhi suara-suara orang lain, tanpa menyakiti dan nggak enakan sama orang lain.

Hewan peliharaanmu juga tak akan menghambat kinerja usahamu. Tak mungkin suatu saat hewan peliharaanmu minta cepat-cepat diajak nikah, atau tiba-tiba beda pendapat, lalu baper, nangis, bikin status galau di fesbuk, dan kemungkinan besar terjadi kebosanan, lalu selingkuh.

Emang pacar? Ditinggal lima menit aja langsung selingkuh. Nggak kreatif. Ditinggal lima menit langsung beranak dong! Ah, gaya pacaran jaman sekarang akn emang gini!

 

Intinya sih, pacaran jaman sekarang di kalangan remaja sebetulnya kurang berguna. “Kurang” loh, ya, bukannya “nggak berguna” apalagi “nggak berguna sama sekali”.

Namun pada akhirnya, yang kurang berguna akan digantikan oleh yang lebih berguna. Jika kamu mau menerapkan kegiatan positif seperti di atas.

Begitulah gaya pacaran jaman sekarang di kalangan remaja. Memang harus dibimbing sih ya. Tapi membimbing remaja itu melelahkan, membimbing dalam hal pacaran masa kini jauh lebih melelahkan. Kayak nggak punya kegiatan yang lebih menarik perhatian aja. Hehehe

13 KOMENTAR

  1. […] Menyuapi pacar memang sedikit merepotkan. Perlu teknik khusus. Meskipun yang namanya pacar ialah orang yang sudah sanggup makan sendiri, namun apa salahnya untuk menerapkan perhatian khusus dengan cara menyuapi? Toh, pada kenyataanya, masih banyak pasangan yang tidak menerapkan hal ini di pacaran zaman sekarang. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.