Home Hubungan 7 Bukti Indonesia Nggak Mengesahkan Pacaran Jarak Jauh

7 Bukti Indonesia Nggak Mengesahkan Pacaran Jarak Jauh

SHARE
pacaran jarak jauh via hipwee.com
pacaran jarak jauh via hipwee.com

Dalam dunia nyata, Raparapa sering sekali mengingatkan secara langsung ke banyak manusia mengenai kejamnya pacaran jarak jauh atau hubungan jarak jauh. Kalau bahasa kerennya LDR, di mana semuanya serba perlu ukuran; Ya jarak lah, uang lah, waktu lah. Pacaran model ini memang butuh konsep yang kudu dipertimbangan cukup matang.

Oh iya, baca juga ya 8 Gaya Pacaran Anak Zaman Sekarang

Memang sih, di era teknologi canggih seperti ini, batasan samudera dan benua bukanlah sebuah halangan untuk para pelaku hubungan jarak jauh. Secara, jaringan internet semakin meluas dan jernih, kuota internetnya juga super duper murah, yang mana akhirnya akan gampang untuk saling bertukar kabar dengan pacar dalam hitungan real time.

Mereka bisa saling mendengar suara dan melihat wajah sekaligus meninabobokan. Pokoknya, dengan adanya internet kamu bisa terhubung dengan pacar kapanpun kamu mau. Hanya satu aja sih yang kurang dari model pacaran jarak jauh ini, yaitu sentuhan.

Eits, tunggu dulu! Kekurangan sentuhan di saat pacaran dampaknya besar loh. Seperti mau gandengan tangan susah, belai rambut pacar juga susah, mau mengulurkan tangan secara langsung di saat pacar kena masalah pun susah.

Jadi meskipun kekurangannya hanya satu, tapi dampak sengsara dari cinta jarak jauh sangatlah complicated. Maka inilah bukti kalau hubungan pacaran jarak jauh nggak pernah disahkan oleh negara Indonesia.

Tapi sebetulnya bukan hanya alasan sentuhan aja. Masih ada beberapa alasan lainnya yang harus kamu ketahui, yaitu karena,

1. Ekonomi Masih Lemah

pacaran jarak jauh
via bisnis.liputan6.com

Kita tahu ekonomi Indonesia selalu melemah. Apa-apa mahal. Ya harga sembako, tarif telepon, kuota internet, tiket kereta atau pesawat, semua mahal.

Karena maklum, di zaman sekarang kalau serba nggak mengeluarkan uang, bukan kehidupan namanya. Sepintar-pintarnya orang menghemat uang, pasti akan mengeluarkan jumlah uang banyak dengan terpaksa pada waktunya.

Nggak ada uang = nggak ada komunikasi dengan pacar. Nggak ada komunikasi = nggak ada pertemuan. Nggak ada pertemuan = nggak ada harapan ke jenjang pernikahan. Nikmatnya pacaran jarak jauh. Life!

Melihat hal ini, maka secara langsung Indonesia udah mengingatkan kepada para pelaku pacaran jarak jauh agar mau mempertimbangkan kembali. Mau pilih diteruskan hubungannya atau menyudahi?

Apalagi kamu tau kan kalau dollar naik lagi dan naik lagi. Dari situ kan kamu bisa menilai bahwa Indonesia lebih mendukung pacaran jarak dekat, supaya kamu bisa lebih menghargai uang dari hasil jerih payah kamu sendiri. Terutama bagi kamu yang nggak pernah merasa cukup dengan gaji yang diterima.

2. Indonesia Negara Kepulauan

pacaran jarak jauh

Indonesia adalah negara kepulauan, dua pertiga wilayahnya terdiri dari laut. Jika tempat tinggal pacarmu berada di Makassar sementara kamu di Tegal, maka jarak jauh ini bukan hanya memerlukan uang banyak untuk bertemu, melainkan perlu keberanian juga. Sementara kamu pasti sering dengar berita pesawat penumpang jatuh atau hilang dari radar, kan? Meskipun kamu jarang sekali mendengar tenggelamnya kapal penumpang Indonesia.

Tapi, yang harus kamu ketahui adalah, Kapal Van der Wijck yang maha agung aja bisa menenggelamkan Hayati yang memiliki cinta besar kepada Zainudin, apalagi kamu yang sebetulnya masih ragu pada hubungan cinta sendiri.

Oh iya, baca juga ya: 50+ Arti Cinta yang Sesungguhnya!

Dari situ, apa kamu masih mau mengandalkan trasportasi udara atau laut hanya untuk mewujudkan pacaran jarak jauh?

3. Kebanyakan Masyarakat Indonesia Menjadi Karyawan daripada Pengusaha

pacaran jarak jauh
via seragambatikmumtaz.com

Ini juga bukti bahwa Indonesia nggak mengesahkan pacaran jarak jauh. Sebab mayoritas masyarakat Indonesia adalah karyawan. Mereka menjadi sulit untuk meluangkan waktu dengan pacar yang berada di luar kota karena beberapa faktor: Nggak ada waktu, nggak diperbolehkan cuti oleh atasan, lelah bekerja, penghasilan pas-pasan ditambah banyak tanggungan kredit.

Ketika dapat libur panjang pun karyawan sering mengutamakan waktunya bersama keluarga, daripada mengutamakan interaksi hubungan pacaran jarak jauh.

Beda dengan pengusaha yang perusahaannya bisa dipasrahkan kepada anak buah, lalu pengusaha bisa pergi ke mana pun sesuka hati, termasuk pergi dan mewujudkan cinta jarak jauh, menemui kekasihnya yang beda kota atau beda negara.

Tapi nggak sedikit juga kok pengusaha yang selalu mengutamakan karirnya, seperti membuat cabang kantor di berbagai kota atau berkontribusi untuk negeri, daripada mengutamakan pacaran jarak jauh yang belum jelas ujungnya akan seperti apa.

Mereka memanfaatkan waktu untuk keuntungan diri sendiri dan orang lain, bukan keuntungan pacaran jarak jauh.

4. Kebanyakan Orang Indonesia Masih Suka Buang Sampah Sembarangan

pacaran jarak jauh
via mforum.cari.com.my

Buang sampah sembarangan yang membuat bencana aja masih dilakukan oleh kebanyakan orang Indonesia, apalagi buang perasaan? Perasaan dari hubungan pacaran jarak dekat aja masih sering dibuang sembarangan kayak sampah, apalagi perasaan dari hubungan pacaran jarak jauh?

5. Orang Indonesia Banyak Menuntut Hak Daripada Kewajiban

pacaran jarak jauh
vua bintang.com

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, masyarakat Indonesia masih sering menuntut hak daripada melakukan kewajiban. Mereka meminta hak agar jalanan dan fasilitas umum dapat diperhatikan pemerintah, tetapi mereka sendiri melalaikan kewajiban sebagai pengguna jalan yang baik.

Sama halnya dengan pelaku pacaran jarak jauh. Mereka menuntut si pasangan agar terus setia, berkomitmen penuh dengan embel-embel untuk kebaikan bersama.

Nyatanya, di balik tuntutan itu, ada konsep poliamori yang terjadi, yaitu cinta segi banyak atau hubungan cinta lebih dari satu. Akhirnya, selingkuhlah mereka dengan beragam alasan; karena terlalu baik lah, karena nggak ada pelangi lagi di matamu lah, karena Tuhan memang satu kita yang tak sama lah dan lah lah lah yang lainnya.

Oleh karena itu, untuk hubungan pacaran jarak jauh sangat bisa mengakibatkan banyak menuntut pasangan ketimbang melakukan kewajiban mencintai. Alasannya ya karena jarak jauh. Terlau khawatir karena nggak bisa melihat pasangan secara langsung. Akhirnya mereka akan bersikap posesif dan menuntut.

6. Orang Indonesia Gampang Masuk Angin

pacaran jarak jauh
via banjarmasin.tribunnews.com

Pastinya kita tahu kalau jarak jauh sangat berhubungan erat dengan arah mata angin. Semakin kita menyusuri jarak yang amat jauh, semakin banyak pula angin yang kita peroleh. Nah, angin dalam jumlah banyak itu pastinya akan masuk ke tubuh juga. Akhirnya, terjadilah masuk angin, pelaku pacaran jarak jauh gampang masuk angin. Maka bisa ditebak juga, awal mula orang-orang Indonesia yang gampang masuk angin, dikarenakan tertular oleh para palaku LDR.

Dan bisa jadi, semakin banyak yang melakukan hubungan pacaran jarak jauh, maka semakin gampang orang-orang Indonesia terkena penyakit masuk angin.

7. Orang Indonesia Suka Beranggapan yang Tidak-tidak

pacaran jarak jauh
via pustakaafaf.com

Ya, orang-orang Indonesia suka sekali beranggapan yang enggak-enggak. Seperti dalam kasus percintaan ini, yang jomblo menganggap yang pacaran itu bahagia, sedangkan yang pacaran menganggap kalau jomblo itu bahagia.

Begitu pula dengan pacaran jarak jauh. Mereka menganggap yang pacaran jarak dekat itu bahagia. Yang pacaran jarak dekat juga beranggapan sebaliknya. Gitu aja terus sampai Indonesia membentuk pulau dengan tulisan “LDR” dengan sendirinya. Tapi kayaknya sih nggak mungkin, kan Indonesia nggak mengesahkan LDR.

 

Pacaran jarak jauh memanipulasi otak orang-orang untuk mencari argumen bahwa, sangat bahagia sekali bisa menikmati hubungan pacaran model ini. Padahal sih kebahagiaannya hanya berlangsung sebentar, nggak awet. Itulah mengapa orang-orang selalu memiliki banyak alasan saat diperingati teman-temannya mengenai kejamnya hubungan ini. Mangkannya, baca juga dong 7 Tips Pacaran Jarak Jauh yang Dijamin Bikin Bahagia yang udah Raparapa tulis untuk kamu.

Lagi pula, menurut kompas.com nih, kecenderungan yang terjadi di negara Asia, termasuk di Indonesia, adalah sulit mengungkapkan rasa cinta secara verbal. Itulah mengapa banyak orang Indonesia yang memilih hubungan pacaran jarak jauh. Tapi tetap aja kembali ke diri kamu sendiri, jadi bagi kamu yang nggak sependapat dengan alasan-alasan di atas, nggak ada salahnya kok untuk terus menerapkan LDR yang sudah terlanjur terjadi, apalagi yang saat ini lagi manis-manisnya.

 

(Foto Utama: hipwee.com)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.