Home Seni dan Budaya Menasihati Dengan Cara Yang Asyik? Yuk, Gunakan Pantun Nasihat ini!

Menasihati Dengan Cara Yang Asyik? Yuk, Gunakan Pantun Nasihat ini!

SHARE
pantun nasihat
via leadershub.org

Pantun Nasehat – Masih ingatkah kamu ketika berbalas pantun sewaktu di sekolah dulu?

Biasanya pantun diajarkan ketika di kelas bahasa Indonesia. Namun tidak hanya di dalam kelas, kegiatan luar kelas seperti Pramuka, juga terkadang ada permainan membalas pantun antar tim.

Ketika saling berbalas pantun, biasanya kita dituntut untuk berpikir cepat dalam menyusun kata.

Selain itu, pantun juga memiliki peran sosial yaitu sebagai media untuk penyampaian pesan.

Mungkin di antara kita masih ada yang ingat beberapa pantun, tapi apa sih pengertian pantun itu?

pantun nasehat
via etsy

Pantun merupakan bentuk puisi yang menggunakan bahasa Indonesia (terkadang ada yang menggunakan Bahasa Melayu).  Setiap bait pantun terdiri atas 4 baris yang bersajak (rima a-b-a-b) dan tiap lariknya (baris) biasanya terdiri atas 4 kata. Baris pertama dan kedua ditulis sebagai tumpuan (sampiran) saja, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Wah, kalau teori jadi agak membingungkan, ya?

Coba kita simak contoh pantun yang paling mainstream ini:

Kalau ada sumur di ladang                       (baris 1 – rima a)

Boleh kita menumpang mandi                  (baris 2 – rima b)

Kalau ada umur panjang                           (baris 3 – rima a)

Boleh kita berjumpa lagi                             (baris 4 – rima b)

Pantun nasihat

Mengingat bahwa fungsi pantun adalah media untuk penyampaian pesan, salah satunya adalah nasihat yang disampaikan melalui pantun dan disebut dengan pantun nasihat.

Pantun nasihat adalah jenis pantun yang berupa anjuran atau pelajaran baik yang berisi pesan moral berkaitan dengan agama, norma sosial, maupun budaya.

Penyampaian nasihat dengan menggunakan pantun ini akan lebih menarik karena permainan kata sehingga tidak terdengar membosankan.

Bayangkan saja jika kamu sedang dinasihati tetapi menggunakan pantun. Menyenangkan, bukan?

Pada kehidupan yang fana ini, kita hanya diberi satu kesempatan. Oleh karena itu, gunakan kesempatan ini baik-baik dengan menjalankan hidup yang sesuai dengan norma yang berlaku.

Dengan membaca contoh pantun nasihat ini, semoga kita selalu diingatkan untuk berprilaku baik. Amin!

1. Di Lampung ada sekolah gajah

Gajah bermain di tepi hutan

Kalau pandai bersikap ramah

Tentu banyak mempunyai teman

 

2. Kemumu di tengah hutan

Dihembus angin jatuh ke bawah

Ilmu yang tidak diamalkan

Bagai pohon tidak berbuah

 

3. Pakai baju warna biru

Pergi ke sekolah pukul satu

Murid senantiasa hormat pada guru

Karena guru pembekal ilmu

 

4. Jalan-jalan ke kota Hongkong

Membawa oleh-oleh berupa panci

Jangan suka berkata bohong

Semua teman akan membenci

 

5. Pinang muda dibelah dua

Anak burung suka makan buah

Dari muda hingga tua

Ajaran baik jangan diubah

Pantun nasihat untuk anak-anak

Anak-anak memang banyak tingkah polahnya, terkadang kita sebagai orang dewasa harus menasihati anak untuk mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dan petuah yang baik.

Menasihati anak-anak pun tidak dibenarkan menggunakan cara kasar seperti marah-marah, memukul atau berteriak.

Orang tua zaman dahulu menggunakan cara yang unik untuk menasihati anak-anaknya dengan cara menyelipkan nasihat tersebut dalam cerita seperti legenda, cerita rakyat dan juga pada pantun.

Karena cara yang unik tersebut, anak-anak lebih menyukai dan pada akhirnya ia akan paham tentang makna yang terselip dalam pesan moral di dalamnya.

Mari kita simak contohnya!

1. Makan rujak, rujak gedondong

Gedondong, duri di biji

Jangan adek pandai berbohong

Bohong itu tidak terpuji

 

2. Kalau adek naik ke gunung

Hati-hati banyak duri.

Kalau adek rajin menabung

Tidak boros, biasa mandiri

 

3. Pergi ngaji membawa mushaf

Mushaf di pinjam sama si wati

Jadilah adek anak pemaaf

Pemaaf itu damai di hati

 

4. Makan nangka malam-malam

Malam ini rabu legi

Jangan adek suka mendendam

Dendam itu penyakit hati

 

5.  Kalau adek masak roti

Tambah saja telur dua

Jadilah adek anak berbakti

Terutama pada orang tua

Pantun nasihat belajar

Siapa yang dulu sering dimarahi karena malas belajar? Wah, sekarang sudah bukan jamannya tuh!

Semakin dimarahi, anak justru malah semakin malas belajar! Daripada mengomel sampai mulut berbuih, lebih baik disampaikan melalui pantun saja. Iya, kan?

Nah, Raparapa akan berikan 5 contoh pantun nasihat belajar yang dapat kamu praktekan!

1. Ke pasar malam naik komidi putar

Perginya bersama teman si Caca

Kalau mau jadi anak pintar

Banyak belajar dengan membaca

 

2. Anak laki-laki yang berjakun

Jalan kemari tanpa pakai alas

Belajar itu dengan tekun

Agar kita bisa naik kelas

 

3. Potong bambu cara dibelah

Bambu dibelah tersorot matahari

Barang siapa malas sekolah

Awas menyesal dikemudian hari

 

4. Anak itu bekerja dengan Teguh

Cari kayu untuk dibuat papan

Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh

Tuk bekal hidup di masa depan

 

5. Talas jenis umbi jalar

Talas suka dimakan tupai

Bila kita giat belajar

Cita-cita akan tercapai

Pantun nasihat agama

Pantun nasihat agama adalah pantun yang berisikan anjuran atau ajakan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan serta menjauhi laranganNya.

Pantun nasihat agama ini seringkali dipakai oleh ustadz-ustadz ketika sedang menyampaikan ceramahnya. Isinya untuk mengingatkan kita akan ajaran-ajaran agama tanpa terkesan menggurui dan tidak terdengar membosankan.

Ngaku saja deh, kamu sering mengantuk ketika sedang mendengar ceramah, kan?

Contoh pantun nasihat agama yang akan Raparapa bahas kali ini merupakan pokok ajaran agama Islam, seperti ajakan untuk melakukan shalat 5 waktu, puasa, dan mengenai amal perbuatan yang baik maupun buruk.

Yuk, langsung di simak!

1. Jalan-jalan beli tembaga

Untuk dipakai merekatkan parang

Apabila ingin masuk surga

Sering-sering mengaji dan sembahyang

 

2. Pisang ambon di tanam di gunung

Tumbuh sepuluh layu sebatang

Buruk orang jangan dicari

Bila kita sedang berpuasa

 

3. Tekun kita beramal ibadah

Untuk belanja dikemudian hari

Kita serahkan kehadirat Allah

Mudah-mudahan disyafaatkan Nabi

 

4. Kalau Adik selesai makan

Jangan lupa nasi ditungku

Kalau adik dah jadi kaya

Jangan lupa Tuhan yang satu

 

5. Tali jangkar di dama kapal

Tenggelamnya di laut dalam

Orang ingkar beratlah dosa

Akhir hayat tidak tenteram

 

Wah, banyak juga ya contoh-contoh pantun nasihatnya! Bagaimana menurutmu, bukankah lebih menyenangkan bila menasihati seseorang tanpa terdengar menjemukan dan menyebalkan karena menggunakan pantun?

Selain itu, dengan menggunakan pantun kita jadi terbiasa untuk mengolah kata-kata dalam bahasa Indonesia dan turut melestarikan salah satu ragam bahasa kita.

Kamu pun tak perlu terpaku pada contoh pantun nasihat yang telah Raparapa berikan, kamu juga dapat berkreasi dengan menuliskan pantunmu sendiri.

Selamat mencoba, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here