Home Peristiwa 5 Perang Suku yang Pernah Terjadi di Indonesia

5 Perang Suku yang Pernah Terjadi di Indonesia

SHARE
perang suku di Indonesia
via sindonews.net

Indonesia yang kaya akan budaya, bahasa, suku, dan adat istiadat, menjadikan Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman bangsa. Namun sayangnya, Indonesia juga pernah mengalami konflik dalam perbedaan SARA yang menyebabkan terjadinya perang suku di Indonesia.

Oh iya, baca juga yuk Beragam Suku di Indonesia dengan Segala Keunikannya

Peristiwa perang suku dikarenakan perbedaan pendapat antar suku. Baik mengenai wilayah maupun sikap. Dan ini terjadi karena adanya seorang atau kelompok provokator yang awalnya memanfaatkan keributan dari perbedaan tersebut dan menyebabkan terjadinya perang suku di Indonesia.

Kalau nggak ada provokator, pasti perbedaan bisa diselesaikan. Dan kali ini Raparapa membahas 5 perang suku yang pernah terjadi di Indonesia.

 

1. Perang Suku di Lampung

Ini karena di Lampung terdiri dari berbagai macam ras atau suku. Seperti Suku Jawa, Bali, Bugis, Banten, Madura, dan masih banyak lagi. Bahkan di Lampung sendiri banyak loh nama-nama daerah yang berasal dari bahasa Jawa.

Ini semua karena Lampung sudah menjadi transmigrasi besar dari waktu zaman Belanda. Dan inilah yang mengakibatkan perang suku. Pemicu awalnya juga karena hal sepele. Seperti terjadinya pencurian ayam dan perebutan lahan parkir. Namun karena adanya provokator, hal sepele pun akhirnya berujung fatal. Perang suku akhirnya terjadi. Seperti pembakaran rumah, tawuran orang-orang dewasa.

Sampai-sampai saat itu banyak anak-anak sekolah yang membuat kelompok berdasarkan sukunya. Hebat sekali memang provokator menyalakan api!

Namun seiring berjalannya waktu, semua itu akhirnya redam juga. Beragam suku di Lampung pun semakin pintar dalam menyikapi perbedaan. Pikiran mereka semakin terbuka. Perbedaan bisa disatukan. Bahkan sekarang perang sudah nggak pernah terdengar lagi di Lampung.

 

2. Perang Suku di Sampit

Sampit adalah salah satu permukiman tertua di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Tahun 1996 menjadi tahun yang menyeramkan di daerah Sampit. Ratusan orang terluka dan nyawanya melayang. Penyebab perang karena berawal dari banyaknya warga Suku Madura yang transmigrasi ke Sampit. Warga dari Suku Dayak sendiri merasa nggak cocok, atau bahkan merasa tersaingi dengan banyaknya warga Suku Madura yang menguasai wilayan Sampit.

Di sinilah muncul provokator yang nggak dikenal pasti. Menyebabkan keributan yang perang suku yang besar. Rumah dibakar, orang-orang saling bunuh dengan cara nggak lazim. Bahkan bisa dibilang perang Sampit menjadi perang suku di Indonesia dalam jumlah paling besar.

 

3. Perang Suku di Papua

Di Indonesia bagian paling timur pernah berduka karena terjadinya perang sesama suku asli Papua di tahun 2013. Meskipun beda suku, namun mereka suku asli Papua.

Perbedaan antara dua kelompok yang dikenal dengan nama kelompok pegunungan dan kelompok pantai menciptakan perang. Mereka saling perang menggunakan panah yang menyebabkan dua orang tewas, dan puluhan orang terluka akibat panah.

Peristiwa perang terjadi karena ulah aktor provokasi di balik perang Suku Papua.

 

4. Perang Suku di Flores

Flores Timur juga pernah dibanjiri kekerasan yang akhirnya terjadi perang suku. Ini semua berawal dari sengketa tanah. Dua Desa di Lewolema saling perang. Membuat dua orang harus dirawat di rumah sakit.

Meskipun nggak begitu parah kalau dibandingkan dengan perang suku di atas. Tapi tetap aja, perang suku di Flores terjadi karena ulah provokator.

 

5. Perang Suku di Sigi

Sigi adalah kabupaten yang berada di Sulawesi Tengah. Dan di tahun 2012 lah Sigi pernah mengalami perang antar suku. Di perang itu dua desa saling bentrok. Akhirnya 15 rumah di Kecamatan Marowala Sigi terbakar. Belasan warga juga terluka.

Pemicunya akibat salah satu warga yang nggak dikenal mealakukan busur panah ke tubuh warga di kecamatan Marowala. Akhirnya dua desa yang terdiri dari Desa Binangga dengan Desa Padende melakukan perang.

Mereka berperang menggunakan alat-alat tajam seperti senapan angin dan busur panah. Polisi yang bergerak ke situ pun dibuat kewalahan karena panasnya hati dari kedua belah pihak.

Sungguh ironis sekali.

 

Perang Suku di Indonesia terjadi akibat tindakan keras yang menyelimuti hati. Melalui tindakan keras, masalah dianggap bisa selesai. Padahal nyatanya berakhir korban. Artinya tindakan keras bukanlah solusi.

Itulah perang suku di Indonesia yang pernah terjadi. Kita berdoa yuk supaya perang suku nggak terjadi lagi di berbagai suku yang ada di Indonesia. Supaya semua sadar betapa pentingnya makna bineka tunggal ika.

 

Foto utama: by sindonews.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.