Home Artikel Renungan Sebelum Menerapkan Peluang Bisnis

Renungan Sebelum Menerapkan Peluang Bisnis

SHARE
Peluang Bisnis
via pixabay.com

Bagai susah tidur dan perut lapar minta Indomie, kedua hal itu kadang susah sekali dipisahkan. Sama halnya membagi waktu antara bekerja dengan berbisnis, memang tidaklah mudah. Harus jeli karena dituntut untuk bersikap fleksibel.

Tapi, tahukan kamu cara supaya bisa fleksibel? Yaitu jadilah bunglon, eh, lebih tepatnya belajarlah dari bunglon. Sebab belajar dari bunglon artinya harus pintar menyesuaikan diri, fleksibel di segala macam situasi dan tindakan, seperti tindakan ketika menerapkan peluang bisnis.

Antara pekerjaan tetap dengan berbisnis. Kedua hal itu harus dilakukan secara seimbang. Kalau tidak seimbang akan menyebabkan kedua hal itu berantakan, bahkan menyimpang. Jadi pekerjaan tetap akan lari ke hutan, peluang bisnis malah belok ke pantai, lalu pada akhirnya, kamu akan memecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengadu sampai gaduh! Lho?!

Hehehe. Abis nonton film AADC versi lawas, nih. Maklum, sebelum menulis ini, saya bertemu dengan Kak Riri Riza. Jadi saya bertanya ke beliau mengenai peluang bisnis. Karir Kak Riri dalam dunia bisnis kan sudah terbilang mumpuni dan maha jumawa. Dunia entertaint adalah dunia bisnis. Jadi, cukup banyak pertanyaan yang saya lontarkan ke beliau sampai saya kewalahan dan kehabisan stok tanya, namun pada akhirnya saya mendapatkan jawaban cemerlang dari sutradara keren nan kece ini, yaitu, “coba aja!”

Betul apa kata Kak Riri. Untuk menerapkan peluang bisnis haruslah dengan cara coba saja langsung. Tetapi sebelum mencoba, alangkah baiknya untuk turut riset supaya tidak tersesat di kemudian hari. Mungkin Kak Riri mengatakan “coba aja!” kepada saya karena beranggapan bahwa saya sudah mahir dalam bisnis. Padahal, ya memang betul mahir kok. Itulah mengapa saya menulis renungan ini.

Zaman sekarang banyak orang yang pandai bertemu dengan peluang bisnis. Sebab mereka beranggapan bahwa peluang itu diterapkan, bukan dipikir-pikir atau ditimbang-timbang. Kalau sudah peluang ya artinya harus punya keyakinan penuh pada bisnis yang hendak dijalani. Orang sudah “peluang” kok, malah masih dipikir. “Peluang” itu diterapkan. Kalau “kayaknya peluang, nih!”, barulah ditimbang dulu karena ada kata “kayaknya” yang memberi isyarat untuk mencermati terlebih dahulu sebelum melangkah.

Bagi yang masih bingung dengan makna peluang bisnis di saat memiliki pekerjaan tetap, saya berikan pemahaman supaya dalam menjalankan bisnis tidak bertabrakan dengan pekerjaan tetap sehingga tidak tersesat di kemudian hari. Yaitu antara lain:

Pilih Peluang Bisnis yang Sesuai Passion

Peluang bisnis melalui passion
via pammarketingnut.com

Bimbang untuk menentukan bisnis yang dipilih? Tenang saja. Pilihlah peluang bisnis yang basisnya hobi atau passion. Apalagi jika perkejaan tetap kamu saat ini bukanlah passion. Artinya untuk pilih bisnis ya sebaiknya sesuai passion. Memilih bisnis yang berbasis passion saja sudah terbilang peluang loh!

Namun, bagi kamu yang masih ragu soal passion, tenang! Kamu bisa mencari tahu passion-mu yang sesungguhnya melalui kepribadian kamu dengan mengikuti tes kepribadian di 16personalities.com. Setelah mengetahui kepribadian, kamu akan lebih mengenal potensi dalam diri kamu sehingga tahu peluang bisnis apa yang cocok.

Meskipun Passion, Mewujudkan Peluang Bisnis Jangan Setengah-setengah

menerapkan peluang bisnis jangan setengah-setengah
via dongengdenis.blogspot.com

Bisnis itu berawal dari bahasa Inggris, bussiness, kata dasarnya busy, yang artinya sibuk. Jadi, meskipun peluang bisnis yang hendak kamu jalani adalah passion, pastilah mengandung kesibukan. Nah, kesibukan itu ada dua macam, yaitu kesibukan skala kecil dan kesibukan skala besar. Sama halnya dengan pendapatan. Jika kesibukan skala kecil, maka pendapatnya kecil, tapi kesibukan skala besar ya pendapatanya akan besar.

Tapi nih ya, kata “Sukses” itu berasal dari bahasa Latin loh, yaitu Succedere, artinya “Yang mengikuti.” Jadi, jika kamu ingin kesuksesan mengikutimu selalu, ingatlah kalimat yang mengatakan bahwa binis apapun jika dilakukan setengah-setengah, maka hasilnya tidak akan 100%. Nah kalimat tersebut bisa dijadikan perangsang untuk menerapkan peluang bisnis kamu. Setelah terangsang, niatkan secara suci bisnismu itu, jadi kalau di tengah ada godaan yang menghambat bisnismu, kamu ingat-ingat lagi niat sucinya.

Tinggalkan Sejenak Gaya Hidup Tinggi

Menerapkan peluang bisnis harus meninggalkan gaya hidup
via pixabay.com

Ini juga merupakan bagian dalam menerapkan peluang bisnis yang tidak setengah-setengah. Jika kamu sudah menjalani bisnismu, ubahlah gaya hidupmu sejenak. Misal kamu sering minum Wine, ganti saja dengan cap Orang Tua atau oplosan. Murah, kan? Eh, jangan, deng, dosa!

Baiklah, misalkan gaya hidupmu selalu mencari kesenangan dengan cara belanja di Mall atau Supermarket, ganti saja dengan belanja di toko biasa dulu. Dengan penerapan seperti itu, kamu jelas menghemat uang dan sebagian uang lainnya bisa dijadikan kebutuhan bisnis kamu, baik untuk perlengkapan yang dibutuhkan bisnismu agar semakin menunjang maupun untuk promosi.

Percayakan pada promosi, karena di zaman sekarang, semakin sering promosi maka akan hemat waktu dan energi, bisnismu juga akan tetap dilirik banyak orang. Tidak akan mengganggu pekerjaan tetap, toh?

Jangan Dulu Mengumbar-umbar Bisnismu ke Khalayak Ramai

jangan memberitahu dulu peluang bisnis kamu
via pixabay.com

Meskipun kamu merasa bahwa bisnis sampinganmu terbilang kreatif dan keren, tetapi jika masih tahap perencanaan, kamu harus puasa memperkenalkan bisnismu ke banyak orang. Karena nanti kalau bisnismu gagal jalan, kamu akan malu ketika ditanyai,

“Bisnismu mana? Lama banget launching­-nya!”.

Sementara mereka sudah siap menyambut dengan pakaian extravaganza sambil bawa balon dan sewa badut segala.

Saran Raparapa, kalau bisnismu sudah berjalan saja, baru go public. Kemudian kamu jadi siap deh untuk menarik perhatian banyak orang. Oke?

Jadilah Orang Peka Tapi Jangan Sakit Hati

jangan dibuat sakit hati oleh peluang bisnis
via pixabay.com

Peka itu ketika kamu mendapat kritikan dari kerabat atau konsumen. Kan sudah go public, artinya untuk ke depannya bisa jadi kamu menerima luncuran kalimat kritikan dari siapapun, sekalipun itu kritikan pedas dan kamu dapat dari kerabat terdekatmu. Tugasmu adalah harus peka pada bisnismu yang masih memiliki kekurangan, dan ketika mendapat kritikan kamu jangan sakit hati atau bahkan emosi. Menurut Talent Smart, situs penyedia kecerdasan emosional terkemuka di dunia, mengatakan bahwa 90% orang sukses sangat ahli dalam mengatur emosi saat dilanda stres agar bisa bersikap tenang kembali dan tak keluar kendali.

Baca juga: 18 Hal yang Kamu Butuhkan Ketika Sedang Patah Hati

 

Alasan Kenapa Harus Menghindari Lagu Patah Hati

Terbuka pada Orang-orang Tertentu

Terbukalah pada orang-orang tertentu mengenai peluang bisnis kamu
via pixabay.com

Kalau ini beda lagi dengan point sebelumnya. Jadi dalam dunia bisnis, terbuka untuk bicara soal bisnismu di depan orang-orang yang kompeten dalam dunia bisnis itu penting. Kalau mereka sudah kompeten, artinya kamu tidak boleh menutup-nutupi kekurangan bisnismu. Bilang saja kalau bisnismu masih butuh kritikan dan saran sehingga kamu siap menampung. Jika kamu terbuka, dengan senang hati mereka akan memberi saran bahkan memberi peluang bagus untuk bisnismu. Keterbukaan membuat orang-orang seperti mereka akan merasa dihargai. Asal di depan mereka kamu harus sering memamerkan senyum. Sebab orang yang sering tersenyum, akan lebih bahagia, lebih sosial, emosi lebih stabil, dan akan memiliki hubungan yang sukses.

Pikiran Jangan Melenceng

Masalah terbasar saat hendak menciptakan pondasi pada peluang bisnis adalah memiliki pikiran ke mana-mana. Seperti takut tidak menghasilkan, takut patah arang di tengah jalan, takut bersaing dengan pebisnis yang lain. Akhirnya, mereka akan menimbang-nimbang dan ya tidak jalan-jalan bisnisnya. Bahkan ironisnya, ketika pikirannya akan melenceng ke bisnis lain. Mencoba menekuni bisnis lain, lalu bisnis yang awal itu dilakukannya hanya setengah-setengah. Tujuannya apa? Ya supaya berjaga-jaga saja, agar ketika bisnis pertama gagal, setidaknya ada bisnis yang lain.

Itulah penerapan yang salah kaprah. Padahal kunci untuk bisa berhasil pada satu bisnis adalah fokus. Pikiran jangan meleng. Fokus saja. Nanti kalau semua bisnisnya gagal, jatuhnya malah ke frustasi. Sirna sudah harapan-harapan yang terngiang di kepala.

Begitu juga ketika bisnismu sudah berjalan. Itu kan baru tahap awal. Maka diperlukan keseriusan dan fokus. Jangan sampai di saat serius menerapkan bisnis awal, kamu malah mendadak pengin menikah gara-gara bertemu teman SMA kamu yang sudah menikah dan hamil. Tunggu dulu, deh! Menikah dan hamilnya setelah bisnis kamu betul-betul beres dulu. Kalau bisnis beres kan untuk menikahnya juga bisa dibuat beres. Makanya, segera realisasikan peluang bisnis kamu itu! Jangan menimbang-nimbang mulu.

 

Jangan Berambisi Menjadi Leader

Jangan berambisi menjadi leader saat hendak mewujudkan peluang bisnis
via pixabay.com

Jika peluang bisnis kamu sudah direalisasikan, artinya bisnismu masih terbilang tahap awal, maka kamu jangan punya ambisi untuk menjadi leader atau pemimpin. Kata Pak Arief Munandar, Doktor Sosiologi Fisip UI, dalam acara talk show tema Kepemimpinan yang saat itu bersama Bapak Dahlan Iskan di Kampus UI, beliau tidak percaya kalau seseorang itu harus menjadi somebody dulu, baru bisa berbuat. Sangat tidak penting betul kita merumuskan jabatan. Tidak penting juga merumuskan menjadi apanya, yang sangat sangat penting adalah ngapainnya, jadi apa yang kamu lakukan itulah yang sangat penting.

Konsultan Indonesia Leadhership Developmant Program ini mengatakan, jika ingin menjadi leader dan sukses, berhentilah berpikir terlalu struktural, seolah-olah kalau tidak jadi sesuatu berarti no body. Karena itu pangkal dari kehancuran berpikir dan perbuatannya akan ke situ, lalu akhirnya akan jadi no body beneran deh.

Tonton videonya mereka di yutup, gih!

Inilah!

Saatnya mewujudkan peluang bisnis kamu
via pixabay.com

Inilah apa? Ya pokoknya inilah! Bisa inilah talk show atau inilah saatnya untuk menerapkan peluang bisnis kamu. Apalagi jika pekerjaan tetap kamu stagnan, ya jangan ragu untuk berbisnis. Yang terpenting juga nih, setelah kamu sukses, jangan lupa untuk beramal. Kalau uangmu sudah banyak, gunakan untuk kepentingan orang banyak juga, jadi bukan hanya kamu saja. Belajarlah seperti Teuku Markam, pengusaha asal Aceh yang memberikan 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Serkarang siapa coba yang tidak menyukai keindahan Monas? Keren kan Teuku Markam?

 

Itulah kehebatan dari peluang. Kita harus mahir mengolah peluang. Caranya, kita harus membuka telinga dan mata yang lebih luas lagi supaya open mind dan mau berpikir realistis. Karena terlalu mengabaikan realita, bisa menyebabkan terlalu lebay dalam bersikap idealis. Idealis boleh, asal tetap dalam porsi realistis. Kalau kita mau bergerak, ayo lupakan idealis manis, terapkan sebuah realistis sekarang supaya fokus dalam mengusahakan peluang bisnis yang sesuai dengan passion. Dengan begitu, secara langsung idealis akan tetap berjalan dengan realita yang kamu jalani, kok! Semoga sukses, ya!

 

(Foto Utama: pixabay.com)

2 COMMENTS

  1. […] Martabak jenis ini juga memiliki harga yang melejit ke langit. Jenis martabak manis yang berwarna merah, artinya aura martabak ini merah, pertanda banyak cinta yang terkandungan di dalamnya. Ehmm,, bisa dijadikan suguhan untuk tamu kamu mengandung cinta, atau dengan kata lain tamu yang masih SMA, yang rela lari-lari ke bandara hanya untuk menghentikan Rangga yang mau pergi ke Amerika. Hehe. Bapernya ke AADC versi lawas. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.