Home Gaya Hidup Mengenal Toko Buku Online yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Mengenal Toko Buku Online yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

SHARE

Toko buku online merupakan sebuah tempat untuk menjual buku secara online. Terkadang juga menjual bersama kawan-kawannya. Maksud dari kawan-kawannya adalah, biasanya disandingkan dengan penjualan alat tulis-menulis juga. Kalaupun ada benda lain selain alat tulis-menulis yang dijual, itu tergantung dari kreatifitas pemilik toko buku itu sendiri. Yang paling tidak enak adalah menjual harapan nyesek ketika stok buku yang hendak kita beli ternyata kosong atau habis.

Toko buku online itu terbagi menjadi dua, ada yang belum punya website dan ada yang sudah punya website. Yang belum punya website cara melayaninya melalui media sosial atau aplikasi chat messenger. Bisa WhatsApp, BBM, atau Line. Kamu bisa langsung tanya-tanya tuh mengenai buku yang dicari dan harganya.

Sementara yang sudah punya website, cara melayaninya yaitu pembeli akan memilih buku langsung melalui website toko buku online tersebut. Tapi sekarang banyak kok website yang melayaninya melalui media sosial atau aplikasi chat messenger.

Tapi kenapa memilih online? Ya nggak apa-apa, suka-suka saja. Tapi yang jelas sih memang karena banyak keutungannya. Meskipun tetap saja, segala sesuatu di dunia ini selalu memiliki dua kutub, antara baik dan buruk, enak atau tidak. Maka selain menjelaskan keuntungan, Raparapa jelaskan juga kekurangan dari toko buku online yang bikin kamu geleng-geleng kepala. Antara lain,

Kelebihan Toko Buku Online:

Efesien dari segi waktu dan tenaga. Sangat cocok untuk orang yang super sibuk atau ingin memesan buku dalam jumlah banyak. Bisa mencari buku-buku tertentu yang tidak ada di toko buku konvensional. Biasanya terbitan Indie yang meski isinya bagus, tapi tidak bisa beredar di toko buku konvensional karena keterbatasan jumlah cetak, sehingga pembeli bisa berkesempatan memperoleh buku yang diinginkan di toko buku online.

Pilihan bukunya juga lebih variatif, karena toko buku online sekarang memiliki banyak penawaran buku-buku bekas dengan harga yang relatif miring. Kamu bisa mencari buku-buku langka juga.

Kekurangan Toko Buku Online:

Yang pasti kamu bakalan kehilangan hal-hal mengasyikkan yang ada di toko buku konvensional. Antara lain, kamu tidak bisa melihat langsung kondisi buku, baik dari segi isinya maupun fisik buku. Tidak bisa lirak-lirik cowok ganteng yang baca-baca buku di bagian Hukum dan Politik, di mana bisa berkelanjutan dengan cara pura-pura menabrak cowok ganteng tadi, lalu buku-buku akan jatuh berserakan, kemudian timbulah cinta, kemudian berlanjut ke pelaminan, kemudian punya anak cucu… (STOOOP!!!). Pokoknya gitu, dah. Tapi memang hanya itu sih kekurangnnya.

Oh iya, baca juga ya: 50+ Arti Cinta yang Sesungguhnya!

Selain itu, ada pula jenis-jenis pengunjung beserta perilakunya di toko buku konvensional dan toko buku online yang bikin kamu geleng-geleng kepala, tapi wajib kamu ketahui. Di antaranya,

1. Jenis Pengunjung Berkantong Tebal

Di toko buku konvensional: Yang termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang kaya. Bisa jadi bapak-bapak, ibu-ibu, mahasiswa dari orangtua yang tajir atau gabungan dari semuanya.

Orang-orang seperti ini biasanya datang sendiri (kemungkinan besar jomblo) atau sebagian membawa pacar atau istri yang modis ditambah anak-anak yang ceria dan menggemaskan. Mereka yang terakhir adalah favorit toko buku. Sebab, apa pun yang diambil anaknya dari rak akan dibayar lunas.

Sementara di toko buku online: Pengunjung berkantong tebal tidak memperumitkan piihan buku. Tinggal baca resensi buku yang tersedia banyak di internet, pesan, bayar dan antar. Buku kesayangan sudah bisa dinikmati. Selesai.

2. Pengunjung yang Hanya Mampir karena Bingung Mau Ngapain

Di toko buku konvensional: Mereka akan masuk dengan enggan, karena tujuan sebenarnya adalah sedang janjian dengan teman yang tak kunjung datang. Maka daripada bingung mau ngapain, mending masuk ke toko buku supaya dirinya merasa berkualitas. Jadi bisa ditebak, pengunjung seperti ini akan memilih toko buku yang ada di dalam mall.

Setelah masuk sambil membawa perasaan bingung mau ngapain, pilihan mereka pol-polan hanya melihat rak-rak di bagian buku bacaan ringan, biasanya sih novel cinta-cintaan. Dan agar terlihat pantas saat dilihat oleh pengunjung lainnya, mereka akan mengambil satu buku yang cover-nya terlihat bagus.

Durasi mereka berada di sana tergantung kedatangan temannya. Jadi tak heran mereka akan lebih sering mengecek smartphone ketimbang melihat buku yang dipajang. Jika ada berita yang mengabarkan temannya sudah datang, mereka akan bergegas meletakkan buku yang dipegang di sembarang tempat lalu kabur.

Sementara di toko buku online: Pengunjung seperti ini akan mengetik website toko buku online dengan sedikit beban. Karena sesungguhnya mereka lebih suka baca status Facebok daripada baca buku.

Setelah itu mereka akan melihat daftar buku dengan bacaan ringan terlebih dahulu, tapi ujung-ujungnya bingung karena terlalu banyak pilihan buku. Mereka juga lebih sering mengecek notifikasi media sosial ketimbang menelusuri buku yang lagi best seller.

Durasi saat mengunjungi website tersebut juga tergantung dari notifikasi media sosial yang diterimanya. Misalnya jika mendapati notifikasi Facebook, mereka akan terdistrak habis oleh akivitas Facebook. Tanpa pikir panjang, mereka lalu menutup halaman website toko buku online, dan lebih memilih untuk berinteraksi-ria di Facebook. Interaksinya pun bisa ditebak, paling tak jauh dari gebetan. Ya namanya juga usaha.

3. Jenis Pengunjung Bokek

Di toko buku konvensional: Kebanyakan, pengunjung bokek berasal dari golongan pelajar atau mahasiswa. Terkadang perilaku mereka—yang golongan minim dana tentu saja—bersifat sporadis, agak tega dan semi kriminal gitu. Kronoligisnya seperti ini:

Pergi ke lokasi rak buku yang hendak dituju – Berhasil mendapat buku favoritnya – Menghirup nikmatnya aroma buku. – Jika buku tersebut masih disampul plastik, dengan gerakan gesit cakar super turbo, mereka memerawani atau merobek sampul buku tanpa terlihat oleh penjaga, bahkan saking gesitnya sampai melewati pengawasan dari malaikat di bahu kiri dan kanan. (Repot sekali ya? Padahal ada beberapa toko buku yang mengizinkan hal ini jika meminta bantuan karyawan mereka. Mungkin karena segala sesuatu jika mengandung unsur pacu adrenalin akan terasa lebih seru. Sumpah, don’t try this at any bookstore!

Setelah itu bungkus plastik dijejalkan di suatu tempat, lebih gampang di saku celana – Baca buku yang telah berhasil dilucuti di rak lain, untuk menjaga kemungkinan dipergoki karyawan toko buka bahwa, telah dengan sengaja mengupas kulit atau plastik si buku virgin – Baca sambil jongkok, bersila bahkan rebahan sambil gelar tikar dan gitaran – Miris sekali memang. Kenapa nggak sekalian bikin tenda saja, ya?

Sementara di toko buku online: Sejauh ini sih belum ada peristiwa serupa toko buku konvensional yang dilakukan pengunjung bokek. Artinya sangat percuma jika pengunjung bokek hendak melakukan aksi bersifat sporadis seperti di atas.

4. Jenis Pengunjung Berkepribadian Ganda

Di toko buku konvensional: Biasanya mereka penggemar buku sejati. Sayang pada buku, sampai-sampai buku favoritnya pun dijadikan pacar. Mereka menikmati dirinya berada di toko buku konvensional layaknya di surga. Mereka memang berniat membeli buku, tapi karena keterbatasan dana, mereka akan membeli satu atau dua buku saja.

Namun, tersebab hasrat membacanya yang cukup membara, seringnya dua buku tak cukup. Sehingga, untuk memenuhi syahwatnya akan buku, mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan manusia-manusia di point nomor tiga.

Sementara di toko buku online: Mereka adalah penggemar buku sejati yang hobi menengok berbagai macam buku terbaru di website toko buku. Kebahagiaannya sangat sederhana, yaitu ketika mendapati banyak buku baru yang bermunculan di website tersebut. Hasrat membaranya adalah membeli semua buku yang dilihatnya, bahkan seringkali terbesit pikiran ingin memiliki website tersebut. Namun naasnya, setelah mendapat buku yang diincarnya, yang jumlahnya lebih dari lima buku, mereka malah hanya membeli satu atau dua buku karena keterbatasan dana.

Akhirnya, buku yang belum bisa dibeli akan dimasukkan ke dalam daftar keranjang belanjaan di akun website toko buku tersebut. Berjaga-jaga ketika ada rezeki, mereka tak berpikir dua kali untuk membeli buku di daftar keranjang belanjaannya.

 

Tips: Bagi kamu yang memilih untuk membeli buku di toko buku online dalam bentuk website, supaya tidak akan geleng-geleng kepala karena menyesal, cek dulu kredibilitas websitenya. Bisa dipercaya atau tidak. Caranya dengan mencari tahu testimoni orang-orang tentang website toko buku tersebut, sering update buku melalui social media-nya atau tidak, cara melayanai pembelinya baperan tidak. Sudah itu saja cukup, sih.

Ingin tetap membeli buku di toko buku konvensional atau beralih ke toko buku online? Pilihan ada di tangan kamu.

Jika ingin tetap membeli buku di toko buku online, perhatikan tips-tips di atas, ya! Tapi tetap saja, tak ada yang bisa menggantikan keasyikan suasana di toko buku konvensional seperti yang dijelaskan di atas dengan cara yang amat kabur.

 

(Foto: pixabay.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.